Indonesian Heritage With Instanusantara Medan

Menikmati setiap ruang kota adalah hal yang paling seru dalam melakukan wisata di beberapa kota. Namun, sadarkah sahabat? Masih banyak diantara kita yang kurang berminat dengan wisata kota di Medan ini.

15 dari 20 sahabat yang kami tanya, mereka mengaku memilih wisata keluar dari Kota Medan karena merasa tidak ada wisata yang menarik di dalam kota yang bisa dikunjungi. Wisatanya yang tidak ada atau kita sebagai masyarakat yang kurang informasi sehingga apatasi terhadap wisata kota sendiri?

Ya, fenomena ini bukan lagi hal yang tabu. Masih banyak diantara anak muda Medan yang belum mengetahui wisata kota apa saja yang terdapat di Medan. Selain kuliner, ternyata Medan memiliki banyak wisata cagar budaya. Ya, benar. Wisata bangunan tua dua tahun belakang ini memang sangat diminati. Kehadiran Medan Heritage Tour mulai menggelitik masyarakat, khususnya komunitas Kota Medan untuk lebih sadar budaya dan mengenal sejarah.

Tepat 1 November 2015 kemarin, Medan Heritage Tour bekerjasama dengan Komunitas Instanusantara Regional Medan menggelar kegiatan Instanusantara National Photo Hunting (INNPH) 2015. Instanusantara yang selanjutnya disebut dengan istilah “IN”, sebuah organisasi yang konsen dibidang fotografi sejak tahun 2012 ini kembali menunjukan eksistensinya di kanca nasional.

Setelah sukses mengelar kegiatan Gathering Nasional secara berturut-turut mulai tahun 2012 hingga 2015 dan kegiatan nasional lainnya, kini untuk pertama kalinya IN mempersembahkan INNPH. Tujuan diadakannya INNPH adalah sebagai wujud kecintaan dan kepedulian anak muda untuk menjaga warisan budaya Indonesia melalui karya fotografi yang dipersembahkan oleh putra putri bangsa, dan atas dasar tujuan tersebut INNPH kali ini mengangkat tema “Indonesian Heritage” sebagai landasan untuk kami berkarya.

Dalam kegiatan INNPH kemarin, ada dua agenda inti yaitu, National Photowalk dan National Photo Challenge. National Photowalk akan digelar secara serentak pada tanggal 1 November 2015 di 16 regional Instanusantara se-Indonesia yang meliputi IN Amboina, IN Bali, IN Bandung, IN Banjar, IN DIY, IN Gorontalo, IN Jakarta, IN Kepri, IN Makassar, IN Manado, IN Malang, IN Medan, IN Palu, IN Palangkaraya, IN Semarang dan IN Surabaya.

Kegiatan ini bersifat gratis untuk semua peserta, dan kegiatan ini terbuka untuk member IN dan kalangan masyarakat umum. Selain Photowalk agenda berikutnya adalah National Photo Challenge, kegiatan ini dimulai selama tiga hari setelah kegiatan Photowalk. Photo Challenge ini terbagi menjadi dua kategori yaitu Human Interest dan Heritage Place, sedangkan pada setiap kategori akan ada masing-masing tiga juara terbaik dan berhak atas 3 juta (Juara 1), 2 juta (Juara 2) dan 1 juta (juara 3).

Tujuan Photo Challenge ini adalah sebagai wujud apresiasi kepada para peserta yang telah berpartispasi. Adapun juri untuk National Photo Challenge ini adalah Andi Afriansyah (Founder Instanusantara), Eko Sulistiyo (Photographer), Randry Tama (Photographer). Total peserta terhitung kurang lebih 1577 fotografer dari seluruh Indonesia berpartisipasi dalam INNPH 2015 ini, dari jumlah tersebut terdiri dari member dan non member Instanusantara.

Pada regional Medan, tim Instanusantara memilih kawasan Pusat Kota sebagai destinasi wisata jepretnya. Ada dua gedung yang menjadi destinasi wajibnya yakni, Gedung PT London Sumatera (Lonsum) dan Kantor Pos Pusat Medan.

Adapun alasan pemilihan kedua gedung ini karena Lonsum merupakan perusahaan swasta pertama yang bergerak di bidang perkebunan, dan info yang paling menarik adalah Lonsum mendirikan perusahaan pertamanya di dunia yaitu di Kota Medan. Selain itu, Lonsum masih merawat dan melestarikan lift tuanya yang masih menggunakan mesin katrol serta dioperasikan secara manual.

Bergeser ke Kantor Pos Pusat Medan. Alasan memilih lokasi ini karena posisi gedung terletak berseberangan dengan Tugu Titik Nol Kota Medan. Selain itu juga, Kantor Pos merupakan salah satu sarana komunikasi yang paling tinggi traffic-nya di masa colonial Belanda. Tanpa adanya alat komunikasi dan lokomotif, maka industry perkebunan tidak akan berjalan. Itu sebabnya Pusat Kota terdiri dari beberapa sektor perkantoran. Seperti Bank Indonesia, Hotel, Kantor Pos, Stasiun Kereta Api, Mall Serba Guna, Pajak Ikan Lama, Restauran Tip Top, dan pastinya kantor perkebunan.

Setelah berkunjung ke dua gedung tersebut, para rombongan wisata jepret melanjutkan hunting hingga Pajak Ikan Lama dan kawasan Kesawan. Pajak Ikan Lama yang berdiri bersamaan dengan perekonomian Kesaawan ini merupakan pusat pasar yang meniagakan beragam ikan segar. Itulah alasannya mengapa nama pasar ini Pajak Ikan Lama.

Masih penasaran seperti apa sih sejarah dari dua gedung yang menjadi destinasi para sahabat Instanusantara Regional Medan kemarin? Silahkan baca informasi lebih lengkapnya di artikel 1st Anniversary Medan Heritage Tour.

FOTO KEGIATAN

Foto Bareng di Ruang Oval, Kantor Pos Pusat Medan

Foto Bareng di Ruang Oval, Kantor Pos Pusat Medan

Indonesian Heritage With Instanusantara Medan

Foto Bareng di Depan Kanwil Bank Mandiri, Medan

Foto Bareng di Depan Kanwil Bank Mandiri, Medan

Indonesian Heritage With Instanusantara Medan

Pengumpulan Photo Hunting

Pengumpulan Photo Hunting

DIskusi Heritage dari Perspektif Foto

Diskusi Heritage dari Perspektif Foto

Sekian artikel Indonesian Heritage With Instanusantara Medan ini kami sajikan. Semoga bisa memberikan informasi dan inspirasi baru bagi para pembacanya, khususnya bagi komunitas yang ingin turut bergerak bersama melestarikan heritage Kota Medan. Save Our Heritage!

About Author: Medan Heritage
Penggerak Kegiatan Pelestarian Berbagai Heritage Yang Ada di Kota Medan | Medan Heritage Tour | Save Our Medan Heritage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *