Ngumpul Bareng Sahabat

Ngumpul Bareng Sahahat Kota Medan

Ngumpul Bareng Sahabat Kota Medan – HERITAGE? Mempelajari tentang sejarah adalah suatu kesadaran akan pentingnya melestarikan peninggalan bersejarah. Pada umumnya semakin seseorang mengenal maka ia akan semakin tahu, dari rasa tahu ia mulai mengenal dan mencintai, hingga akhirnya ia akan melestarikan peninggalan tersebut. Ini yang ingin kami tularkan kepada anak muda kota Medan. Melalui kegiatan #NgumpulBareng dan saling diskusi, kami berharap kegiatan ini akan menjadi mediasi untuk menyadarkan para anak muda akan pentingnya melestarikan kearifan budaya lokal.

Ngumpul Bareng Sahahat Kota Medan

Ngumpul Bareng Sahahat Kota Medan

Ngumpul Bareng Sahabat Kota Medan

#NgumpulBareng adalah kegiatan yang digarap Medan Heritage sebagai bentuk forum diskusi seputar sejarah ataupun budaya lokal Sumatera Utara, khususnya kota Medan. Kota Medan yang memiliki berbagai macam budaya dan etnis, menjadikannya kota yang paling unik dibandingkan kota lainnya. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para anak muda mengenal sejarah dan budaya lokal kotanya. Kegiatan Medan Heritage Tour yang keempat ini bertema “HERIATGE?” Di sini para Sahabat Kota Medan saling berdiskusi dan menyamakan pemahaman tentang heritage itu sendiri. Tau kah Sahabat arti dari heritage? Apa-apa saja yang bisa dikategorikan heritage? Yup jadi heritage bisa juga diartikan dengan WARISAN/PUSAKA. Warisan yang dimaksud bisa meliputi bangunan tua/cagar budaya, barang antik, atau bisa juga jenis kuliner. Ada 3 unsur sesuatu itu dikatakan atau dikategorikan sebagai heritage, yaitu :

Cagar budaya harus berumur 50 tahun Harus mempunyai nilai sejarah di tingkat lokal ataupu nasional Mengandung unsur-unsur kebudayaan Heritage meliputi dua bagian, yaitu tangible dan intangible. Heritage yang tangible adalah warisan/pusaka yang berbentuk atau bisa terlihat oleh mata, seperti : bangunan tua, barang antik, pakaian adat, alat musik, dll. Sedangkan intangible adalah warisan/pusaka yang tidak kasat mata atau tidak berbentuk, seperti : cerita rakyat, kuliner, nyanyian atau musik, dll.

Foto Bersama di Gedung Waren Huis, bareng lebih dari 30 peserta Foto Bersama di Gedung Waren Huis, Bareng Lebih dari 30 Peserta

Gedung Waren Huis

Gedung Waren Huis

Kegiatan yang dilakukan pada 12 Juli 2014 kemarin, dihadiri oleh anak-anak muda kota Medan yang peduli akan kearifan budaya lokal, khususnya kota Medan. Ngumpul Bareng Sahabat Kota Medan yang dilaksanakan di Gedung Waren Huis, dikemas dengan konsep diskusi bertujuan agar para Sahabat bisa saling berbagi dan berdiskusi, hingga akhirnya mereka paham tentang “HERITAGE?” Gedung Waren Huis, biasa dikenal masyarakat dengan sebutan Gedung AMPI. Kenapa? Karena saat ini bangunan tua ini telah beralih fungsi menjadi Kantor AMPI (Angkatan Muda pembaharuan Indonesia), cabang Medan Barat. Melalui diskusi kemarin para Sahabat juga diberikan informasi tentang sejarah dari Gedung Waren Huis itu sendiri. Waren Huis dibangun pada 12 Februari 1916 oleh seseorang berkebangsaan luar yang bernama Waren Huis. Setelah selesai dibangun kemudian diresmikan oleh Walikota pertama kota Medan, yaitu Bapak Daniel Bouron Makay, di tahun yang sama. Dulunya Gedung Waren Huis ini merupakan pusat perbelanjaan terkenal dan terbesar di kota Medan. Kalau sekarang nih, ibarat Sun Plaza-nya Medan.

Ngumpul Bareng Sahabat Kota Medan

Ngumpul Bareng Sahabat Kota Medan

Bentuk arsitektur bangunan Waren Huis yaitu gaya arsitektur Jerman. Seiring berkembangnya waktu, akhirnya gedung ini beralih fungsi menjadi kantor Serikat Pekerja Tekstil dan Sandang Pangan Seluruh Indonesia (SPT – SPSI), dan juga digunakan sebagai markas AMPI. Dan saat ini terdapat 10 kepala keluarga yang berhuni di gedung tersebut.

Gaya Arsitektur Gedung Waren Huis

Gaya Arsitektur Gedung Waren Huis

Setelah selesai berdiskusi, para peserta diajak berwisata Gedung Waren Huis. Kegiatan diskusi di Gedung Waren Huis pun diakhiri dengan mengisi petisi, dimana petisi ini berisi pesan para Sahabat Kota Medan kepada Pemerintah Kota (Pemko) mengenai kepedulian mereka terhadap pelestarian heritage. Selain itu juga tim Medan Heritage melakukan serah terima sembako dan cinderamata pada pihak pengelola gedung, yang saat ini merupakan salah satu kepala keluarga yang tinggal di gedung tersebut.

Petisi Untuk Waren Huis

Petisi Untuk Waren Huis

Wisata Gedung Waren Huis & Serah Terima Cinderamata

Wisata Gedung Waren Huis & Serah Terima Cinderamata

Kegiatan di Waren Huis pun berlalu, lalu para Sahabat beralih wisata ke Masjid Lama Gang Bengkok, yang mana letaknya tidak jauh dari Gedung Waren Huis. Para Sahabat melakukan long march ke lokasi. Sekitar pukul 18.00 WIB, para Sahabat tiba di Masjid Lama Gang Bengkok dan melakukan persiapan untuk berbuka puasa. Inilah kali pertamanya Medan Heritage Tour mengadakan buka puasa bersama Sahabat Kota Medan.

Masjid Lama Gang Bengkok

Masjid Lama Gang Bengkok

Buka Bersama di Masjid Lama Gang Bengkok

Buka Bersama di Masjid Lama Gang Bengkok

Selepas berbuka dan sholat Magrib berjama’ah, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sedekah dimana sumbangan ini terkumpul dari para Sahabat yang hadir pada saat itu. Setelah serah terima sedekah, lagi-lagi para Sahabat disuguhkan ilmu pengetahuan baru mengenai sejarah Masjid Lama Gang Bengkok.

Serah Terima Cinderamata & Diskusi di Masjid Lama Gang Bengkok

Serah Terima Cinderamata & Diskusi di Masjid Lama Gang Bengkok

Bapak H.Muchlis Tanjung, selaku sekertaris masjid mengatakan bahwa Masjid Lama Gang Bengkok dibangun pada tahun 1890 oleh pengusaha kaya Thionghoa. Beliau merupakan saudagar yang datang dari negeri Cina dan terkenal dermawan, bernama Tjong A Fie. Pastinya Sahabat tidak asing lagi kan dengan nama ini? Yah betul, beliau dikenang dalam peninggalan di kawasan Kesawan, Jl. Ahmad Yani, yaitu Rumah Tjong A Fie. Setelah dibangun oleh Tjong A Fie, kemudian masjid ini diwakafkan kepada Kesultanan Deli dan selanjutnya diserahkan kepada nazir yang pertama, yaitu Syekh Mohammad Ya’Qub (1894-1910). Dan saat ini sudah dipegang oleh turunan kedelapan Syekh Mohammad Ya’Qub.

Masjid Lama Gang Bengkok Prasasti

Masjid Lama Gang Bengkok Prasasti

Bapak Muchlis juga menuturkan bahwa bentuk arsitektur Masjid Lama Gang Bengkok ini terdiri dari tiga unsur budaya, yaitu Thionghoa, Persia, dan Melayu. Tjong A Fie memilih mendirikan masjid pada kawasan Kesawan karena Kesawan dulunya merupakan daerah perniagaan, yang dikenal dengan sebutan Kesawan Pasar Ikan Lama atau Pajak Ikan Lama. Para pedagang Pajak Ikan Lama dahulunya merupakan mayoritas muslim. Oleh sebab itu, mengapa bangunan ini digolongkan sebagai cagar budaya di kota Medan.

Tampak Depan, Masjid Lama Gang Bengkok

Tampak Depan, Masjid Lama Gang Bengkok

Gaya Arsitektur Masjid Lama Gang Bengkok

Gaya Arsitektur Masjid Lama Gang Bengkok

“Masjid Lama Gang Bengkok ini sudah direnovasi sebanyak 3 kali namun tidak merubah bentuk aslinya,” ungkap Bapak Fauzi Effendi Nasution, salah satu pengelola masjid juga. Beliau juga menjelaskan saat ini Masjid Lama Gang Bengkok tetap berfungsi sama sperti dahulunya, yaitu sebagai tempat ibadah umat Islam. Di sekitar masjid terdapat 40 kepala keluarga, yang merupakan penerus generasi orang-orang tua mereka sejak masjid berdiri. Diskusi pun berlangsung hangat dan bersemangat. Hal ini tampak dari antusias peserta yang banyak bertanya kepada Bapak Muchlis dan Bapak Fauzi.

Beberapa Sisi Masjid Lama Gang Bengkok

Beberapa Sisi Masjid Lama Gang Bengkok

Setelah sesi diskusi berakhir, para Sahabat diajak oleh Bapak Muchlis berkeliling kawasan masjid, dan menunjukkan bagian-bagian mana saja yang menjadi gaya arsitektur bangunan tersebut. Selain itu juga para Sahabat diajak melihat beberapa sisi peninggalan tua dari bangunan tersebut, serta diizinkan untuk melakukan sesi foto bersama. Dan kegiatan ini pun berakhir dengan sholat tarawih berjama’ah dan sesi foto bersama di depan gapura Masjid Lama Gang Bengkok.

Oke sahabat sekian dulu informasi yang kita bagikan tentang Gedung Waren Huis dan Masjid Lama Gang Bengkok. Mudah-mudahan artikel ini bisa menambah wawasan Sahabat yang belum sempat terlibat kemarin. Yuk cintai dan lestarikan sejarah kota Medan. Save Our #MedanHeritage

10 comment(s) on “Ngumpul Bareng Sahabat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *