Piknikan Bareng Sahabat Sungai Deli

Di penghujung tahun 2015, tepatnya 12 Desember 2015 para anak muda komunitas di Kota Medan melakukan kolaborasi demi kepedulian terhadap lingkungan heritage Kota Medan. Kegiatan Piknik Heritage yang VI ini diselenggarakan oleh sahabat kami, Go River Community.

Adapun kegiatan yang bertemakan “Sahabat Sungai Deli” ini diusung untuk mengenalkan kepada para sahabat komunitas tentang siapa saja para penggerak peduli Sungai Deli. Dalam hal ini kami berkunjung ke basecamp LABOSUDE (Laskar Bocah Sungai Deli).

Melanjutkan kegiatan Piknik Heritage V, ternyata masih banyak para sahabat komunitas yang penasaran kenapa lingkungan di sekitaran bantaran Sungai Deli masih saja belum teretaskan dari dulu hingga kini. Bahkan, masih saja banyak stigma negatif dari masyarakat luas bahwa warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli adalah mereka yang nakal, jahat, tidak higienis, dan pastinya tidak jauh dari kehidupan kriminal.

Kegalauan ini dijawab oleh sahabat Go River Community dalam kegiatan Piknik Heritage VI. “Melalui tema tersebut, kami ingin memperkenalkan kepada kawan-kawan siapa saja laskar Sungai Deli yang berjuang demi kelestarian sungai ini. Baik dari segi lingkungannya maupun sejarahnya,” ungkap Kak Siti Saharani Ritonga selaku host kegiatan kami di siang itu.

Bang Icap (Kiri Pertama) dan Bang Budi (Kiri Kedua)

Bang Icap (Kiri Pertama) dan Bang Budi (Kiri Kedua)

Diskusi yang di buka oleh Bang Icap dan Bang Budi yang merupakan sahabat Sungai Deli, yang mana ditangan mereka jualah LABOSUDE terbentuk. “Sungai ibarat seorang ibu, dia menumbuhkan dan menghidupkan. Sayangnya kepentingan itu sering kita abaikan,” ujar mereka membuka perbincangan Piknik Heritage, Sahabat Sungai Deli.

Bagi para penggiat, Sungai Deli bukan sekedar sungai yang mengalir saja. Namun, ada kehidupan hayati, lingkungan dan pemukiman yang hidup berdampingan dengannya. Inilah bentuk dari peradaban Sungai Deli yang kita tahu (dan mungkin pun kalian baru tahu) kalau ternyata keberadaannya begitu gagah pada zaman dahulu.

Sungai Deli yang merupakan denyut nadi sejarah Kota Medan, sudah sepatutnya mendapatkan perhatian lebih oleh Pemerintahan Kota Medan, khususnya dalam sektor pariwisata. Dari sana jantung peradaban Kota Medan di mulai. Siklus perdagangan internasional bermula dari aliran pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura.

Suasana Diskusi

Suasana Diskusi

Apa mungkin Sungai Deli dan Sungai Babura itu merupakan pelabuhan bagi perdagangan Kota Medan? Ya tentu, karena dahulunya Sungai Deli dan Sungai Babura memiliki luas sungai dan debit sungai yang sangat lebar dan tinggi. Hanya saja semua itu menciut diakibatkan pembangunan kota yang tidak mempertimbangkan daerah resapan dan juga akibat ulah manusia yang ramah untuk membuang sampah sembarangan ke aliran sungai tersebut.

Penasaran dengan pembahasan para sahabat komunitas di Piknik Heritage VI? Jangan khawatir, semua cerita mengenai Sahabat Sungai Deli telah diulas dalam tulisan ini :

http://haqiqueachmad.blogspot.co.id/2015/12/kampung-aur-sahabat-sungai-deli.html

Selain agenda diskusi bersama Sahabat Sungai Deli, kami juga melakukan kegiatan literasi. “Literasi itu penting bagi sebuah pergerakan. Menurut saya, pergerakan tanpa dibarengi literasi, ya sama aja jadi sia-sia. Sulit tidak menulis? Ya, tidak. Semua bisa di lakukan dari bagaimana kepedulian mu terhadap lingkungan sekitar,” motivasi Bang Bambang F. Wibowo, selaku founder Go River Community.

Bambang F. Wibowo dan Siti Saharani Ritonga

Bambang F. Wibowo, Siti Saharani Ritonga, dan Haqique

Lalu, para partisipan Piknik Heritage ditantang turun ke pemukiman warga. Kami diberikan tugas oleh Bang Beng (begitu kami akrab memanggilnya) untuk melakukan interview dan observasi kepada warga Kampung Aur dengan standar 5W 1H (what, who, where, when, why dan how).

Dari hasil interview dan observasi, kami kembali ke basecamp LABOSUDE untuk melakukan brainstorming dan coaching. Di sana Bang Beng beserta timnya melatih pemahaman kami tentang informasi yang kami dapatkan di lapangan. Melalui informasi tersebut, kami diarahkan untuk meramunya dalam sebuah kalimat pendek yang akan dituangkan dalam secarik kertas.

Pengarahan Untuk Turun Ke Lapangan

Pengarahan Untuk Turun Ke Lapangan

Suasana Saat Brainstorming dan Coaching

Suasana Saat Brainstorming dan Coaching (Credit : WLD)

“Oke teman-teman, terima kasih untuk kalimatnya di kertas yang kalian tulis tadi. Nah, ini sudah aku urutkan sesuai prioritas lapangan. Insha Allah nanti dari kalimat-kalimat pendek yang kalian tuliskan ini bisa menjadi sebuah tulisan di blog aku. Nanti tulisan ini bisa teman-teman baca dan pahami. Harapannya, teman-teman bisa melakukan hal yang sama bagi pergerakkan teman-teman,” ungkap Haqique yang juga mencoba memotivasi para sahabat komunitas Medan.

 

Beberapa Kalimat Pendek Yang Terkumpul

Beberapa Kalimat Pendek Yang Terkumpul (Credit : WLD)

Serukan? Ya, kegiatan Piknik Heritage selalu saja memiliki kesan yang berbeda setiap bulannya. Tapi, bukan piknikan namanya kalau tidak ada hidangan bekal dan senandung musik tradisional. Ya, beginilah kami mewarnai keseruan dalam memahami setiap pesan histori dalam keberadaan heritage Kota Medan.

Kue Tradisional : Sala Bulek dan Getuk

Kue Tradisional : Sala Bulek dan Getuk

Performa dari The Bamboes

Performa dari The Bamboes

Demikianlah artikel Piknikan Bareng Sahabat Sungai Deli ini kami sajikan. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya dalam mengembangkan budaya literasi dalam pergerakan sosial. Save Our Heritage!

Post Tags
About Author: Medan Heritage
Penggerak Kegiatan Pelestarian Berbagai Heritage Yang Ada di Kota Medan | Medan Heritage Tour | Save Our Medan Heritage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *