Piknikan Malam Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 10 November merupakan sebuah peringatan dimana suatu pengakuan dari pemuda-pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putrid Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putrid Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 

Tepat pada tanggal 30 Oktober 2015, para anak muda dari 15 komunitas Kota Medan berkumpul memperingati kembali euforia peringatan Sumpah Pemuda. Kegiatan dikemas dalam bentuk piknik bersama di Taman Ahmad Yani, Medan.

Piknikan Malam Sumpah Pemuda

Kegiatan ini merupakan kegiatan keempat dari program Piknik Heritage, yang mana sebelumnya ada KolaborAKSI Merah Putih dan Piknikan SELPHI? Piknik Heritage “Malam Sumpah Pemuda” adalah bentuk dedikasi komunitas Kota Medan kepada bangsa ini untuk menumbuhkan kembali semangat jiwa muda.

Kegiatan yang diorganisir oleh Komunitas Turun Tangan Medan ini, di pandu oleh host bernama @alfiansyahrully, dipanggil Rully. Kak Rully membuka kegiatan dengan mengajak para peserta piknik berdiskusi ringan tentang makna-makna dan nilai-nilai kepemudaan, serta peranan anak muda dalam memajukan kearifan lokal kotanya. Diskusi pada sore itu sangat hangat, hingga kami lupa cuaca mendung mulai menghiasi langit kota.

Diskusi Heritage

Diskusi Heritage

Selain itu ada juga kegiatan tebak kata. Dimana para peserta ditantang untuk mencari tahu arti dari kosa kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Gelak tawa pecah menyelimuti keceriaan kami di sore menjelang magrib itu disebabkan Kak Rully yang sangat cerdas memilih kosa kata tabu yang sama sekali kami tidak tahu apa artinya.

Adzan Magrib pun berkumandang, pertanda kami harus menunda kegiatan Piknik Heritage. Selepas solat kegiatan dilanjutkan dengan parade puisi oleh para sahabat dari Komunitas Puisi Marjinal yakni, Kang Ade Lambe dan Febry Pramasta Said. Seketika rintik hujan mulai memnbasahi rumput Taman Ahmad Yani. Ya, setetes halus dan sedikit rapat mulai terasa membasahi tikar piknik kami malam itu. Namun, kalimat-kalimat puitis dari Febry lebih mampu menahan langkah kami untuk berteduh.

Hujan pun mulai lebat di penghujung puisi yang dibawakan oleh Febry. Sontak para peserta piknik berlari mencari teduhan di sisi kiri taman. Semangat kami tidak pupus untuk melanjutkan kegiatan Malam Sumpah Pemuda pada saat itu.

Kegiatan bebas pun dilanjutkan di bawa koridor taman seadanya dengan beralaskan tikar yang mulai dingin akibat basahan rintik hujan tadi. Antusias para peserta tidak luput. Ya, memang malam itu seharusnya dilanjutkan dengan acara nonton bareng tentang perumusan Sumpah Pemuda.

Namun, karena kondisi tempat yang tidak bisa diakses dengan listrik, maka kegiatan tidak terhenti begitu saja. Jangan katakana kami pemuda kalau kami tak banyak akal. Sontak acara demi acara terus berlanjut dengan konten Puisi Sahutan. Siapa lagi kalau bukan Nasution Rizky. Seorang perempuan hijab yang doyan puisi, tanpa diminta dan direncanakan pun dia mampu memecahkan kehangatan Malam Sumpah Pemuda.

Suasana Malam Sumpah Pemuda

Suasana Malam Sumpah Pemuda

Nasution Rizky mengaku,”Kang Ade Lambe emang jago memancing hasrat ku berpuisi. Tapi ada satu yang paling pecah! Kang Ade berhasil menarik hasrat Bli Komang untuk andil dalam Puisi Sahutan.” Jelasnya sambil tertawa sepuas-puasnya. “Entah kenapa ada rasa untuk mengapresiasikan aja mala mini kak. Suasana dan suara suling, seolah-olah mengajak saya untuk mengungkapkan apa yang menjadi jeritan hati saya,” tambah Bli Komang.

Ya, memang kegiatan kami pada malam itu sederhana. Tapi euforia Puisi Sahutan, ternyata mampu membakar semangat kami. Apalagi ditutup dengan lagu Tanah Airku dan Satu Nusa, Satu Bangsa. Ternyata tidak kalah seru daripada nonton bareng.

Tidak akan seru jika kegiatan piknik tanpa ada foto bareng. Dan kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama, serta mendedikasikan tiga tanaman di Taman Ahmad Yani tersebut. Demikianlah artikel Piknikan di Malam Sumpah Pemuda, semoga bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya dalam memanfaatkan waktu berpiknik. Save Our Heritage!

Foto Bareng Komunitas Kota Medan

Foto Bareng Komunitas Kota Medan

About Author: Medan Heritage
Penggerak Kegiatan Pelestarian Berbagai Heritage Yang Ada di Kota Medan | Medan Heritage Tour | Save Our Medan Heritage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *