Piknikan November Aksi Sungai Deli

Ketemu lagi dengan bulan November, itu pertanda ritual Piknik Heritage digelar kembali. Piknik Heritage edisi ke-5 kali ini ini bertemakan “November Aksi Sungai Deli”. Tema ini dipilih sebagai bentuk kepedulian anak muda Kota Medan terhadap lingkungan Sungai Deli yang juga merupakan situs bersejarah di Kota Medan.

Piknikan November Aksi Sungai Deli

Tepat di tanggal 29 November 2015, para anak muda dari 17 komunitas Kota Medan berkumpul bersama-sama melakukan aksi hijau di bulan November. Masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya yakni, KolaborAKSI Merah Putih, Piknikan SELPHI?, dan Piknikan Malam Sumpah Pemuda,kegiatan ini dikemas dalam bentuk piknikan. Akan tetapi, kali ini dilakukan di bantaran Sungai Deli, tepatnya di Taman Edukasi Avros, Medan.

Piknik Heritage kali ini sengaja diselenggarakan di bantaran Sungai Deli dengan tujuan agar anak muda sadar dan mengenal bahwa Sungai Deli merupakan jantung terbentuknya Kota Medan. Sebab, denyut nadi perekonomian Kota Medan berawal dari pelabuhan bongkar muat Tembakau Deli di perairan Sungai Deli dan Sungai Babura. Jadi, bisa dikatakan pertemuan kedua sungai ini membentuk sejarah awal terjadinya Kota Medan.

Potret Kawasan Lingkungan Sungai Deli

Potret Kawasan Lingkungan Sungai Deli

Kegiatan yang diorganisir oleh Hilo Green Community (HGC) ini, dipandu oleh host bernama @nayarahafiza, biasa dikenal dengan panggilan Kak Naya. Kak Naya membuka kegiatan dengan penampilan akustik dari para sahabat di HGC. HGC merupakan salah satu komunitas peduli lingkungan yang ada di Kota Medan. Mereka fokus pada isu pengurangan limbah plastic dengan cara mengganti botol plastik dengan tumbler dan menggunakan totte bag dari pada kantung plastik.

Nayara Hafiza (Pojok Kiri)

Nayara Hafiza (Pojok Kiri)

Sebelum masuk ke materi “Kenapa kita harus peduli dengan lingkungan Sungai Deli?”, para sahabat dari Medan Heritage sedikit memaparkan sejarah singkat kejayaan Sungai Deli sebagai denyut nadi perekonomian Kota Medan. Ternyata, puncak kejayaan Sungai Deli berada pada era tahun 40-an hingga 80-an. Setelahnya, perkembangan zaman dan pembangunan mulai menggerus kejayaan situs bersejarah tersebut. Limbah rumah tangga dan limbah kota perlahan mulai mencemari kawasan lingkungan Sungai Deli.

Suasana Diskusi

Suasana Diskusi

Jadi, janganlah heran jika saat ini air di Sungai Deli berwarna cokelat keruh dan saat hujan tiba justru berwarna hitam pekat. Hal ini disebabkan karena pembuangan sampah atau limbah rumah tangga ke aliran Sungai Deli tercatat sebanyak 1250 ton/hari. Sungguh miris mendengar data tersebut. Begitulah cara masyarakat Kota Medan memberikan kontribusi terhadap lingkungan kota, khususnya Sungai Deli.

“Bicara Sungai Deli, kalau kita bicara sejarahnya berarti berbicara tentang uratnya perdagangan. Yang dulu dikenal sebagai Tanah Deli. Kalau dari hulu hingga hilir Sungai Deli adalah tempat masyarakat melakukan perekonomian atau perdagangan,” papar Bang Darwis Nasution, salah satu Founder dari Komunitas Go River.

Darwis Nasution, Founder Go River

Darwis Nasution, Founder Go River

Setelah pemaparan dari Bang Darwis, diskusi masih dibawakan oleh sahabat kami dari Go River. Namun, kali ini diisi oleh Bang Bambang F. Wibowo. Dalam diskusinya, Bang Beng (begitu kami akrab menyapanya) mejelaskan bahwa pergerakan sosial tidak hanya sekedar social charity saja melainkan harus menerapkan social development.“Dengan demikian pergerakan sosial yang dibutuhkan adalah advokasi, quality,aksesibilitas dan sustainable.Keempat hal ini yang menjadi poin penting dalam melakukan pergerakan yang menghasilkan perubahan. Begitulah yang harus komunitas lakukan untuk menciptakan pariwisata kota yang dimulai dari pergerakan-pergerakan sederhana. Karena bergerak itu bersama, jangan egois. Caranya kita harus satukan misi, yaitu create pariwisata dengan menciptakan ikon Medan,” himbau Bang Beng yang juga Founder dari Komunitas Go River.

Bambang F. Wibowo, Founder Go River

Bambang F. Wibowo, Founder Go River

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Yoga bersama yang dimentorin oleh Bli Komang, merupakan salah satu tim Medan Heritage. Para peserta diajak menyatu dengan alam bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jiwa itu diharapkan dalam membangkitkan rasa peduli serta menggerakan para anak muda untuk melakukan lebih terhadap lingkungan Kota Medan, khususnya Sungai Deli.

Pengarahan Dari Bli Komang

Pengarahan Dari Bli Komang

Pengaturan Nafas Saat Memulai Yoga

Pengaturan Nafas Saat Memulai Yoga

Gerakan Acro Yoga

Gerakan Acro Yoga

Piknikan November Aksi Sungai Deli

Selepas membugarkan badan, para sahabat diajak melakukan aksi hijau. Kali ini penanaman bibit pohon dilakukan hingga 30 bibit pohon, diantaranya durian, rambutan, mangga, dan pisang. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan daerah resapan air bagi Sungai Deli di kala hujan datang. Sebab, menurut pengakuan Komunitas Go River yang fokus pada isu lingkungan Sungai Deli mengatakan bahwa kawasan ini sering mengalami banjir jika hujan yang turun sedikit lebat.

Aksi Hijau di Bantaran Sungai Deli

Aksi Hijau di Bantaran Sungai Deli

Piknikan November Aksi Sungai Deli

Piknikan November Aksi Sungai Deli

Piknikan November Aksi Sungai Deli

Budaya Bersih di Mulai Dari Mencuci Tangan

Budaya Bersih di Mulai Dari Mencuci Tangan

Habis melakukan tanam menanam, para sahabat disajikan panganan kampung, tepatnya kue tradisional yang masuk dalam kategori hampir punah. Sambil menikmati panganan, para sahabat dihibur oleh beberapa penampilan akustik dan juga puisi sahutan yang dibawakan oleh @nasutionrizky dan Way Wari Al Kahfi.

Sajian Kue Tradisional

Sajian Kue Tradisional

 

Seperti biasanya, tidak akan seru jika kegiatan Piknik Heritage tanpa ada foto bareng. Demikianlah artikel Piknikan November Aksi Sungai Deli, semoga bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya dalam memanfaatkan waktu berpiknik. Save Our Heritage!

Foto Bersama Sahabat Komunitas

Foto Bersama Sahabat Komunitas

About Author: Medan Heritage
Penggerak Kegiatan Pelestarian Berbagai Heritage Yang Ada di Kota Medan | Medan Heritage Tour | Save Our Medan Heritage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *