Wisata Bank Indonesia Ala 17an

Hari minggu tepat di acara 1st Anniversary Medan Heritage Tour tanggal 31 Agustus 2014, pukul 12.00 WIB panitia dari Medan Heritage Tour melakukan open registration di Gedung AVROS, Jln. Palang Merah Medan. Peserta yang sudah mendaftar berkesempatan melakukan wisata dan mengenal bangunan heritage di Kota Medan dalam agenda kegiatan “Raun-Raun Heritage”.

Seluruh peserta yang terdiri dari adik-adik panti asuhan yang dipandu oleh Komunitas Sedekah Bareng dan juga peserta dari undangan empat admin akuntwitter @ButetGalak, @KakakMedan, @WanitaMedan dan @siitulang, maupun peserta umum yang ingin bergabung di Raun-Raun Heritage pada siang itu berkesempatan mengenal bangunan heritage di Medan.

Setelah menikmati wisata Gedung Avros atau sekarang disebut Gedung Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS – PPS), kemudian para peserta berjalan menuju Gedung PT London Sumatera untuk melihat lift pertamma dan tertua di kota Medan.

Selanjutnya sekitar pukul 15.30 WIB, seluruh peserta berhenti di Pelataran Parkir Gedung Bank Indonesia berkumpul untuk beistirahat sejenak dan bercengkrama sambil berkenalan dengan parapeserta lainnya, baik dari komunitas, masyarakat umum dan adik-adik panti.

Wisata Bank Indonesia Ala 17an

Disela waktu yang bersamaan Ibu Dr. Asmyta Surbakti. M. Si bagian dari anggota dewan pengurus Badan Warisan Sumatera (BWS) Medan dan sekaligus sebagai pembicara di sore itu, mengenalkan sejarah dari Gedung Bank Indonesia kepada para peserta.

Melihat antusias para peserta Raun-Raun Heritage yang mendengarkan tentang sejarah Gedung Bank Indonesia, salah satu dari peserta umum bertanya, “Peninggalan apa yang tersimpan di dalam Gedung Bank Indonesia ini, bu?”, Ibu Asmita lalu menjawab, “Ada koleksi uang lama hingga sekarang dan brangkas tua tempat penyimpanan uang”.

Suasana Diskusi Bersama Ibu Asmyta Surbakti

Suasana Diskusi Bersama Ibu Asmyta Surbakti

Ibu Asmyta Surbakti (Sebelah Kanan, Bertopi)

Ibu Asmyta Surbakti (Sebelah Kanan, Bertopi)

Dan berikut pemaparan sejarah singkat dari Gedung Bank Indonesia :

Bank Indonesia merupakan De Javasche Bank yang merupakan pusat perbankan Belanda dengan pendirinya Hulswit, Fermost dan Cuypers. Gedung Bank Indonesia terletak tepat di titik pusat Kota Medan bersebrangan dengan Kantor Pos Medan yang merupakan salah satu bangunan heritage di Kota Medan. Kantor Bank Indonesia Medan merupakan kantor cabang De Javasche Bank yang ke-11 dan merupakan Kantor Bank Indonesia pertama di wilayah Sumatera Utara tepatnya di kota Medan dan mulai dibuka pada tanggal 30 Juli 1907.

Pembukaan kantor cabang di Medan ini merupakan kebutuhan untuk menunjang kebijakan moneter Pemerintah Hindia Belanda (atas usul De Javasche Bank)yang ketika itu memberlakukan “Guldenisasi”  bagi kepresidenan Pantai Timur Sumatera.

Setelah kemerdekaan, De Javasche Bank mengalami nasionalisasi dan berubah menjadi Bank Indonesia yang berfungsi sebagai Bank Sentral dan Bank Komersil sesuai dengan undang-undang Bank Sentral tahun 1953. Dengan perubahan tersebut, De Javasche Bank berubah menjadi Kantor Bank Indonesia Medan sampai sekarang ini.

Bank Indonesia regional Medan, pertama kali dipimpin oleh L. Von Hormert.  Pada tahun 1951 saat nasionalisasi, Pemimpin Cabang  adalah S.F Van Musschenbroek, dan pada saat Undang Undang Bank Indonesia tahun 1953 diberlakukan Pemimpin Cabang Medan adalah M.Planteman. Putra Indonesia pertamanya yang mengendalikan Bank Indonesia Cabang Medan adalah M. Rifai.

Setelah Ibu Asmyta Surbakti menjelaskan sejarah Gedung Bank Indonesia Regional Medan ini, salah satu dari peserta ada yang bertanya lagi dan ingin masuk kedalam gedung.Tapi dibasuh oleh salah satu anggota BWS Medan yakni, Hairul A.Md selaku Ketua Harian, menjelaskan bahwa balasan surat izin dari pihak Bank Indonesia yang belum mengizinkan untuk masuk demi keamanan dan ketertiban di dalam Gedung Bank Indonesia. Mengingat gedung itu masih memiliki fungsi yang sama dengan gedung dahulu kala yakni, sebagai pusat perbankan.

Setelah 30 menit Ibu Asmyta Surbakti memberi penjelasan,seluruh peserta tak terkecuali dari pihak Badan Warisan Sumatera, para komunitas seperti Low Rider Medan, adik-adik panti asuhan, Komunitas Sedekah Bareng dan panitia menyantap makanan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Kami pun makan bersama-sama di Pelataran Parkir Gedung Bank Indonesia dan terus larut dalam perbincangan sederhana.

Suasana Makan Bareng

Suasana Makan Bareng

Selesai menyantap makanan, beristirahat, dan berkenalan dengan peserta satu sama lain. Pukul 17.30 WIB, panitia mengajak seluruh peserta untuk bermain lomba tujuh belasan. Hal ini dkarenakan 1st  Anniversary Medan Heritage Tour masih dalam bulan Agustus sehingga masih bernuansa kemerdekaan.

Adapun perlombaannya yakni, lomba makan kerupuk, lomba masukin paku dalam botol, lomba guli sendok, lomba balap karung atau goni dan lomba puzzle trivia.

Antusias Adik-Adik Saat Lomba Makan Kerupuk

Antusias Adik-Adik Saat Lomba Makan Kerupuk

Para peserta baik dari panti asuhan, komunitas dan umum sengaja di lebur menjadi satu agar saling akrab dan tidak ada pembeda diantaranya. Para peserta terlihat sangat antusias dan senang menerima ajakan panitia untuk bermain. Tidak hanya dari anak-anak panti asuhan, para peserta umum seperti dari komunitas dan undangan ikut serta meramaikan lomba tujuh belasan ini.

Mereka berkata ketika para panitia mengajak bermain para peserta umum, “iseng-iseng berhadiah”. Berbeda dengan adik-adik panti asuhan, mereka lebih menyukai permainan puzzle trivia,” kak games puzzlenya seru karena bangunan heritage yang disampaikan sama Ibu dan kakak panitianya masih dilengket di kepalaku”.

Keseruan Saat Lomba Puzzle Trivia

Keseruan Saat Lomba Puzzle Trivia

Selama satu jam bermain, para peserta pun merasa bahagia. Ini tampak dari wajah mereka yang tertawa lepas, sambil bercanda gurau. Pada sore itu pun cuaca Medan tampak mendung dan gerimis mulai membasahi pelataran parkir.Kemudian panitia bergegas membagikan hadiah kepada para peserta yang menjadi pemenang di sore itu. Lalu seluruh peserta dialihkan ke sebrang jalan tepatnya di ruang oval Kantor Pos Pusat Medan, sebagai trip terakhir dari kegiatan “Raun-Raun Heritage.”

Sungguh cerita yang patut di kenang sebab aktifitas kami di Gedung Bank Indonesia sangat menyenangkan dan bersahabat. Selain kaya akan pengetahuan, kami juga terhibur dengan perlombaan-perlombaan ala 17-an. Dan kegiatan pun kami akhiri dengan foto bersama.

About Author: Medan Heritage
Penggerak Kegiatan Pelestarian Berbagai Heritage Yang Ada di Kota Medan | Medan Heritage Tour | Save Our Medan Heritage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *